Senin, 09 Desember 2013

Wedang Uwuh


Pernahkah Anda menikmati minuman yang bernama WEDANG UWUH ?
Wedang artinya Minuman, Uwuh artinya Sampah.
Disebut begitu, karena wedang ini dihasilkan dari seduhan beberapa macam daun yaitu Daun & Batang Cengkeh, Daun Kayu Manis, Daun Pala, Akar atau Daun Sereh, Serutan Kayu Secang, Jahe dan Gula Batu, yang nampak seperti Uwuh/Sampah.
Tapi tahukah Anda, jika minuman asal Imogiri Bantul Yogyakarta ini sangat berkhasiat. Konon bisa meredakan Masuk Angin, Peluruh Kolesterol, Anti Oksidan, Melancarkan Aliran Darah, dll Naaahh... yang kedinginan, yang lagi masuk angin, yang ingin badannya segar dan hangat, gak salah mencoba Wedang Uwuh


Jumat, 08 November 2013

Kuliner kota Solo

 
source: arifh.blogdetik.com

Pernahkah Anda datang ke kota Solo Jawa Tengah ?

 
source: amarelo-hotel.com
Kota yang juga disebut Sala ini adalah kota yang terletak di provinsi Jawa Tengah, Indonesia yang berpenduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan penduduk 13.636/km2. Kota dengan luas 44 km2 ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Bersama dengan Yogyakarta, Solo merupakan pewaris Kerajaan Mataram yang dipecah pada tahun 1755.
Industri batik menjadi salah satu industri khas Solo. Sentra kerajinan batik dan perdagangan batik antara lain di Laweyan dan Kauman. Pasar Klewer serta beberapa pasar batik tradisional lain menjadi salah satu pusat perdagangan batik di Indonesia. Perdagangan di Solo berada di bawah naungan Dinas Industri dan Perdagangan.

Selain Pasar Klewer, Solo juga memiliki banyak pasar tradisional, di antaranya Pasar Gedhe (Pasar Besar), Pasar Legi, dan Pasar Kembang. Pasar-pasar tradisional yang lain menggunakan nama-nama dalam bahasa Jawa, antara lain nama pasaran (hari) dalam bahasa Jawa: Pasar Pon, Pasar Legi, sementara Pasar Kliwon saat ini menjadi nama kecamatan dan nama pasarnya sendiri berubah menjadi Pasar Sangkrah. Selain itu ada pula pasar barang antik yang menjadi tujuan wisata, yaitu Pasar Triwindu/Windu Jenar (setiap Sabtu malam diubah menjadi Pasar Ngarsopuro) serta Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Keraton Solo.

Pusat bisnis kota Solo terletak di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Beberapa bank, hotel, pusat perbelanjaan, restoran internasional, hingga tujuan wisata dan hiburan terletak di sepanjang jalan protokol ini, termasuk Graha Soloraya, Loji Gandrung (rumah dinas wali kota). Pada hari minggu pagi, jalanan Slamet Riyadi khusus ditutup bagi kendaraan bermotor, untuk digunakan sebagai ajang Solo Car Free Day, sebagai bagian dari tekad pemda untuk mengurangi polusi. Beberapa mal modern di Solo antara lain Solo Square, Solo Grand Mall (SGM), Solo Paragon, Solo Center Point (SCP), Singosaren Plaza, Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC), Hartono Mall Solo Baru, Pusat Perbelanjaan Luwes (Ratu Luwes, Sami Luwes, Luwes Sangkrah, Luwes Gading, Luwes Nusukan, Luwes Mojosongo, Luwes Palur), dan Palur Plaza.

Solo memiliki beberapa pabrik yang mempekerjakan karyawan dalam jumlah yang besar antara lain Sritex, Konimex, dan Jamu Air Mancur. Selain itu masih ada banyak pabrik-pabrik lain di zona industri Palur. Industri batik juga menjadi salah satu industri khas Solo.
(wikipedia).

Dan tinggal di Solo hampir selama 7 tahun, membuat kota ini menjadi sebuah kenangan manis buat saya. Apalagi Solo juga kaya akan kuliner khas yang membuat saya ingin selalu kembali ke sana. Ini lah beberapa diantaranya.

Nasi Liwet

inilah cara makan Nasi Liwet yang nikmat





















nasi liwet & toping-nya didalam tenggok

Nasi yang dimasak dengan santan ini terasa sangat gurih, apalagi disajikan dengan Sayur Labu Siam yang rasanya agak pedas, disiram kuah areh (santan kental), Suwiran opor ayam, serta telur pindang dan terasa semakin nikmat jika alas makannya dari pincuk daun pisang.. hhmmmmmmmm...... luar biasa 

bersama bu Yati si penjual Nasi Liwet dan Cabuk Rambak



 Cabuk Rambak

Entahlah... darimana asal nama Cabuk Rambak ini, kalau dilihat dari ingredients makanan ini, enggak ada Rambak-nya sama sekali. Terdiri dari irisan Ketupat, Sambal Wijen Kelapa dan Karak (kerupuk beras). Rasa-nya guriiihhhh sekali..



 
 Jadah Belondho

Jajanan yang berikut ini yang mungkin juga sulit didapat di daerah lain. Namanya Jadah Belondho. Jadah-nya sih biasa seperti Jadah pada umumnya. Terbuah dari Ketan dan ditumbuk dan dicampur kelapa parut. Tapi yang membedakan, taburannya adalah Belondho. Belondho sendiri adalah sari santan kelapa yang sudah diambil minyaknya. Jadi belondho ini sebenarnya adalah ampas minyak kelapa. Rasanya sangat gurih. Sehingga cocok sekali dimakan dengan jadah.


Wah.. jadah belondho-nya sepiring sama Getuk Lindri, Kueh ku dan Wajik.. hehehee.... tapi tetep aja jajanan tradisional yang dibeli di pusat kuliner Manahan Solo. 

Tengkleng Solo

Olahan daging kambing beragam rasanya.. tapi di Solo ada olahan kambing yang agak berbeda, namanya Tengkleng. Mungkin hampir mirip gulai tapi tanpa menggunakan Santan, dan biasanya yang digunakan adalah bagian tulang yang masih banyak dagingnya. Rasa segar kuah Tengkleng ini yang membuat rasanya nagih banget. Tapi berhubung saya tidak makan daging kambing, jadi photonya ngambil di google aja yaaaa.... 

source: nationalgeographic.co.id
Naaacchhh... itulah sekelumit kisah wisata kuliner di kota Solo... masih banyak sebenarnya, tapi belum sempet semuanya saya upload, seperti Sate Sapi dan Tempe Gembus (sate kere), Serabi Notosuman, Soto Gading, dll yang kemarin nggak sempet di photo, ntar nyusul aja yaaa....  O'iya kalo Anda ingin menikmati masakan-masakan khas Solo seperti itu, silahkan datang ke pusat kuliner Manahan Solo, Pasar Klewer atau Gading Langen Boga (Galabo). Komplit macamnya...


 


Rabu, 06 November 2013

Acar Bandeng

variasi lain masakan Bandeng ini enak lhoooo.. seger gitu. Masaknya juga gampang dan cepat... Bikin yuuukkkk.... 




Bahan :

1 ekor Bandeng pindang (bandeng asin) ukuran besar
   cuci & rendam dg air untuk mengurangi rasa asinnya
1 buah Mentimun muda, buang bijinya dan potong panjang
1 buah Wortel ukuran besar, kupas, potong panjang
3 lembar Daun Salam
3 butir Bawang Merah iris kasar 
5 siung Bawang Putih
3 butir Kemiri
1 sdt Kunyit bubuk
1 sdt Gula Pasir
1 sdm Air Asam Jawa atau air Jeruk Nipis
Air secukupnya
Garam secukupnya
Minyak goreng untuk menumis


Cara masak :

Haluskan Bawang putih & Kemiri, lalu tumis bersama kunyit bubuk hingga matang, tuangi air, tambahkan daun salam, bumbui dengan gula, garam, air asam/air jeruk nipis... cicipi tingkat keasinan, kemanisan dan keasamannya sesuai selera. Setelah itu masukkan Bandeng, Bawang Merah, Ketimun  wortel. Masak sebentar saja, angkat dan hidangkan, hhhhmmmm..... so yumm




Sabtu, 26 Oktober 2013

Chocolate Strawberry


Cake dasar : Chocolate Cake
Buttercream : Vanilla
Garnish : Milk Chocolate Compound
Fruit : Strawberry

Chocolate Pink


Cake dasar : Chocolate Cake
Buttercream : Vanilla
Garnish : Dark Cooking Chocolate
Fruit : Strawberry

Meniran & Ayung-Ayung

Sudah pernahkah Anda makan jajanan tradisional ini? Namanya Meniran & Ayung-ayung. 




Sudah lama sekali saya nggak makan jajanan lezat & gurih ini, hingga kemarin sore, tiba-tiba suami pulang kerja bawa jajanan 3 bungkus Meniran dan 5 bungkus Ayung-ayung. Wuuaaaahhh... mantab skalleeee ini.
Konon Meniran ini dulunya cuma jajanan yang dibuat untuk memanfaatkan Beras patah yang diar..sebut Menir. Karena beras yang patah itu dulu harganya sangat murah kalo dijual. Tapi berhubung sekarang beras patahpun mahal dijual bahkan dicampur dengan beras utuh, maka saat akan membuat jajanan Meniran, beras utuh lalu ditumbuk kasar. Naaaccchh.... kira-kira begini cara membuat Meniran

 Bahan :
100 gram beras ditumbuk kasar dan cuci bersih
500 cc Santan 
50 gram Kelapa Parut (kelapa agak muda)
1/2 sdt Garam
1 lembar Pandan
Daun pisang

 Cara Membuat

Didihkan Santan, Garam & Daun Pandan
Masukkan beras dan tambahkan kelapa parut, lalu aduk & biarkan sampai santan meresap dalam beras.
angkat, lalu bungkus tiap 2 sendok makan adonan beras dengan daun pisang
Kukus hingga matang.

Gampang banget kan ? Sementara untuk Ayung-ayung kurang lebih sama, hanya beras diganti dengan Kacang Tolo yang ditumbuk kasar

Kamis, 10 Oktober 2013

Bakmi Goreng ndeso




Siang ini.. selesai masak buat makan siang.... sudah bersih-bersih & beres-beres... hla ko tiba-tiba pengen makan bakmi ndeso yang rasanya khas banget.. Bakmi goreng ini biasanya dijual ibu-ibu keliling dengan dibungkus daun pisang, atau dimakan sebagai pelengkap pecel sayur bumbu kacang yang uenaaknya luar biasa. Mie ini dimasak kering tanpa telur, daging atau bakso, just polos-polos aja lhoo..  Tapi kalo sudah siang begini agak susah juga nyari bakmi ndeso kecuali mau pergi ke pasar gedhe, yang jaraknya lumayan sih dari rumah. Akhirnya.. bongkar-bongkar kulkas dan lemari dapur... eeehhhh ada mie kering sebungkus, kubis dan daun bawang seledri... waaaaaahhhhh... bikin sendiri aja dech.. Akhirnya... sreeeeng... sreeeenggg .... sreeengg... cuma 15 menit jadi.... mau nyobain. nihh caranya...



Bahan :

1 bungkus Mie kering (biasanya berisi 3 keping)
3 lembar kubis
1 batang daun bawang
1 batang seledri
2 siung bawang putih
1 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam  
1 sdt kaldu ayam bubuk  
1 dsm Minyak goreng buat menumis 
Kecap manis
Bawang goreng buat taburan



Cara Masak :

Rebus mie kering hingga lunak, lalu tiriskan dan beri sedikit minyak goreng agar tidak menggumpal... lalu beri kecap manis dan campur hingga rata... sisihkan
Potong-potong kubis, daun bawang, seledri
Bawang putih digeprak lalu dicincang.... tumis hingga harum, segera masukkan sayur, garam, merica bubuk, kaldu bubuk, aduk-aduuk hingga kubis layu, lalu tambahkan mie yang sudah tercampur kecap, aduk-aduk terus, sesekali wajan diangkat biar nggak gosong... setelah cukup rata, angkat dan taburi bawang goreng.